Guru Kehidupan

5 Juni 2008 at 9:29 am Tinggalkan komentar

Ini adalah cerita kehidupan, cerita teman-teman dalam menjalani kehidupan
Teman saya yang pertama bernama Samin (nama disamarkan), telah menjadi pengusaha yang sukses, tinggal di rumah mewah lengkap dengan mobil yang jumlahnya lebih dari satu. Samin adalah tempat saya mengadu jika saya dalam kesulitan terutama kesulitan keuangan.Walaupun usia belum melewati 40 tahun tapi telah menjadi tokoh masyarakat di daerahnya. Para tetangga menghormatinya disamping bukan hanya karena hidupnya lebih mapan tapi juga karena dia ramah dan rajin beramal kepada masyarakat sekitarnya. Dia menjadi andalan sebagai penyandang dana kalau ada kegiatan masyarakat.
Sepertinya kehidupan Samin di dunia dan akherat telah terjamin, namun dia punya kekurangan.
Kekurangan pertama, dia akan tersinggung jika ada kegiatan masyarakat yang tidak minta restu dan “sowan” kepadanya. Dia menganggap masyarakat tidak mengakui eksitensinya sebagai tokoh. Mungkin itu yang menyebabkan dia sayang kepada saya, karena saya sering sekali “sowan” untuk minta “japrem/jatah preman” atau minimal nebeng makan siang. Kekurangan kedua adalah setiap dia memberikan sedekah/amal harus dipublikasikan seluas mungkin.
“ Semakin besar publisitas, semakin baik untuk citra diri” katanya.
“Di zaman sekarang kita dinilai karena citra diri yang kita tampilkan” katanya lagi
Apakah Samin beramal karena Allah atau untuk citra diri, hanya Samin dan Allah yang tahu.
Apakah Samin sudah terserang “penyakit” jebakan perbuatan baik, jebakan pertama jika kita sudah merasa berbuat baik, kita menuntut eksitensi kita diakui. Harus ada “keuntungan” yang kita dapatkan dalam perbuatan kita. Pada hal yang utama dalam setiap perbuatan baik adalah bukan besaran/nilainya tapi tingkat ke-pamrih-annya.
Jebakan kedua adalah kita beramal karena ingin populer, tidak jarang karena jebakan ini semakin banyak kita beramal kita bukan menjadi rendah hati tapi malah menjadi makin sombong.
Aku tidak tahu apakah Samin terserang” penyakit” jebakan perbuatan baik itu. Yang pasti aku kadang-kadang butuh orang seperti Samin.

Teman saya yang kedua bernama Umar (nama samaran), hidupnya sederhana dengan membuka kios kecil di depan rumahnya, kegiatannya yang lain selain berdagang adalah mengajar mengaji anak-anak di lingkungannya selepas shalat Asyar. Walau hidupnya sederhana dan ibadahnya rajin meski dikerjakan dengan cara standar-standar saja, tapi saya bisa merasakan kehangatan persahabatan dan keteduhan imannya. Waktu saya tanya mengapa shalatnya sebentar dan doanya begitu pendek, isinya cuma melulu istighfar (mohon ampun) bukan minta kehidupan yang lebih baik atau kekayaan sekalian.
Dia bilang,dia tak minta yang aneh-aneh. Dia malu kepada Allah.

“Bukankah Allah yang menyuruh kita meminta kepada-Nya dan Dia berjanji akan mengabulkan” kata saya

“Benar Allah adalah tempat meminta, bahkan tanpa dimintapun Allah telah memberi. Kita saja yang tak menyadari dan mensyukuri. Kita hanya jiwa telanjang tanpa memiliki apapun, setiap hari kita cuma bisa nebeng dari rezeki yang Allah berikan tanpa pernah mensyukuri apalagi memberi ” katanya kalem
“Allah itu Maha Pemberi, termasuk memberi rasa malu. Kalau rezekinya kita makan, mengapa rasa malunya tidak kita gunakan?” katanya lagi

“ Perhatikan orang-orang yang berdoa di mesjid-mesjid yang minta kekayaan, tambahan rezeki, naik pangkat atau naik gaji. Mereka pikir Allah itu kepala bagian keuangan atau mitra bisnis. Allah kita puji-puji untuk kita mintai sesuatu. Itu bukan ibadah tapi dagang, bahkan pemerasan yang tak tahu malu. Seharusnya Allah kita sembah karena memang kita harus menyembah-Nya tanpa motivasi lain. Allah kita puji karena Dia telah memberi rezeki berapapun besarnya dan apapun bentuknya, Karena Dialah yang Maha Mengetahui kebutuhan dan kemampuan kita” katanya
“ Perhatikan pula orang-orang yang menangis dan meraung-raung minta dosanya diampuni, mereka pikir dosa-dosa mereka karena memfitnah, korupsi, dan perbuatan yang menyakiti manusia bisa luntur oleh raungan dan tangisan” katanya sambil menatapku
“ Rasulullah mengatakan orang yang bersusah-payah, bekerja keras dan kurang tidur demi mencari nafkah yang halal akan mendapatkan pahala yang akan menghapus dosa-dosanya”
“ Al-Quran menerangkan penghapusan dosa sebagai “pahala” dari perjuangan panjang menegakan ketakwaan” katanya lagi

Untuk pertama kalinya saya merasa malu. Saya tatap wajah Umar baik-baik. Wajahnya disamping menampakan kesederhanaan juga memancarkan ketulusan iman. Umar seperti menyodorkan cermin yang memperlihatkan wajah saya yang tak tahu malu. Begitu banyak yang saya minta dalam doa saya selama ini, tanpa sedikitpun mensyukuri dan memberi. Begitu banyak ampunan dosa yang saya panjatkan, tapi sikap dan tindakan saya lebih banyak meminta kutukan Sementara saya sibuk mengutuk korupsi yang merajalela, tapi ternyata mental korup menjadi bagian hangat dari ibadah dan pribadi saya sehari-hari.

Umar yang bersahaja- Samin yang rajin bersedekah, teman- teman saya sekolah adalah juga guru kehidupan.(jotem)

Entry filed under: artikel. Tags: , , .

NINGRUM de’ Ronny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Komentar Terbaru

khanza di Pantun Patah Hati
khanza di Pantun Patah Hati
mug7y di Pantun Patah Hati
putri shabilla di Pantun Patah Hati
mia di Jomblo

Kategori

Juni 2008
S S R K J S M
    Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 9,145 hits
374ac9c11207cbc8c65d4ff60be9cc27 gue Joko, kawan-kawan sekolah di SMA lebih suka memanggil gue jotem, singkatan dari joko item, padahal gue 'gak item2 banget. Karena pernah sekolah di jurusan teknik jadilah gue bekerja di bagian engineering. Hobby gue yang lain, yang kadang2 gue jadikan sidejob adalah sebagai desain graphis. Lumayan mengerjakan proyek kecil2an. Blog gue ini cuma berisi cerita2 ringan, mohon maaf kalau blognya jarang diupdate. Semoga setelah membaca blog ini hidup anda menjadi lebih ringan. SEE YOU ON THE WEB...

%d blogger menyukai ini: